LAI Lampung Minta Polisi Usut Penusuk Syekh Ali Jaber

LAI Lampung Minta Polisi Usut Penusuk Syekh Ali Jaber
Senin, 14 Sep 2020  20:36   |   Dibaca: 716


LAMPUNG. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Provinsi Lampung mengecam penusukan terhadap Syekh Ali Jaber pada Ahad (13/9) sore.

Ketua LAI Lampung Untung Supriadi, S.P mengatakan, negara menjamin setiap pemeluk agama untuk menjalankan aktivitas dan acara keagamaan. Oleh karenanya, peristiwa penusukan terhadap Syech Ali Jaber harus ditangani hingga tuntas.

"Saya sepakat dengan Pak Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD yang meminta aparat keamanan Lampung mengumumkan identitas pelaku juga dugaan motif tindakan. Ini sekaligus sebagai jaminan bahwa proses hukum benar-benar dilaksanakan secara adil dan terbuka," kata Untung, Senin (14/9).

Sementara itu, Sekretaris LAI Lampung, Ahmad Taher Nasution, S.T,  berharap aparat kepolisian dapat memproses kasus ini secara terbuka.

“Kita sangat prihatin,” ujar Taher. “Kita berharap aparat keamanan dapat mengungkap kasus ini sesuai ketentuan hukum yang berlaku."

Senada, Bendahara LAI Lampung, Debri Saputra, S.E mengimbau agar umat Islam tidak berspekulasi terkait peristiwa ini.

“Kita serahkan penyelesaiannya pada aparat keamanan,” ucap Debri. “Pelaku penusukan terhadap Syekh Ali Jaber merupakan musuh perdamaian sehingga harus diadili secara fair dan terbuka.”

Diketahui, ulama Syekh Ali Jaber ditusuk orang tak dikenal saat mengisi kajian di Masjid Falahuddin, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung hingga mengakibatkan luka pada bagian atas tangan kanan.

Dilansir dari TEMPO.CO, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, telah menginstruksikan badan intelijen turut menyelidiki.

"Selidiki sebaik-baiknya, setransparan mungkin," kata Mahfud.

Mahfud menambahkan, Syekh Ali Jaber merupakan sosok ulama yang datang dari Timur Tengah dan berdakwah di Indonesia dengan cara yang baik.

"Pak Jokowi juga undang beliau buka puasa dan salat bersama. Orang ini orang baik. Jangan sampai mengalami hal-hal seperti itu," kata Mahfud seperti dikutip TEMPO.CO.

(FajarLAI, net)

 

Berita Terkait
Populer
Tabloid Media Aliansi Indonesia
Nasional
Agraria
Hukum
Hankam
Ekonomi
Daerah
Profil & Opini
Wisata & Gaya Hidup
Lampung
Sukabumi