Ketua Umum LAI: Hijrah Melalui Panca Moral Aliansi Indonesia

Ketua Umum LAI: Hijrah Melalui Panca Moral Aliansi Indonesia
Rabu, 19 Ags 2020  12:47   |   Dibaca: 1,366

Menyambut Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1442 H yang bertepatan dengan hari Kamis 20 Agustus 2020, Ketua Umum Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) H. Djoni Lubis menyampaikan pesan khusus.

“Yang pertama tentu saya atas nama pribadi dan atas nama Aliansi Indonesia mengucapkan selamat Tahun Baru Hijriah kepada seluruh umat Islam, khususnya umat Islam di Indonesia,” kata H. Djoni Lubis di kantor DPP LAI, Kompleks Rumah Rakyat AI, Jalan Raya Pintu II No. 54, Pinang Ranti, Jakarta Timur, Rabu (19/08/2020).

Dengan momen Tahun Baru Hijriah ini pula H. Djoni Lubis mengajak untuk memperkuat tali ukhuwah (persaudaraan), baik ukhuwah Islamiyah (persaudaraan dalam ke-Islaman), ukhuwah wathaniyah (persaurdaraan sebangsa se-tanah air) dan ukhuwah bashariyah (persaudaraan sesama manusia).

Untuk memperkuat tali ukhuwah, menurut H. Djoni Lubis, kita harus mampu memaknai arti kata hijrah.

“Memang hijrah itu artinya berpindah, dan kalender hijriah juga dimulai dari tahun hijrahnya Nabi Muhaammad dari Mekah ke Madinah. Namun hijrah memiliki makna lebih dalam dari sekedar pindah tempat secara fisik,” ujar H. Djoni Lubis.

Yang sangat penting untuk difahami dan dijalani adalah hijrah secara batin, dan untuk hijrah secara batin itu Ketua Umum LAI mengajak untuk melihat kembali dan berpedoman kepada Panca Moral Aliansi Indonesia.

“Hijrah secara batin itu dasar atau pondasinya, yang menggerakkan hijrah-hijrah tahapan selanjutnya. Yang pertama, sesuai Panca Moral Aliansi Indonesia, gunakan HATI,” imbuhnya.

Dengan menggunakan hati, membersihkan hati, setiap insan mampu melakukan hijrah dari hati yang dipenuhi rasa iri, dengki, sirik, su’uzhon dan fitnah, ke hati yang bersih.

“Hati yang bersandarkan hanya kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Hati yang mencintai Tuhan, mencintai sesama dan mencintai tanah air kita, Indonesia,” jelas H. Djoni Lubis.

Setelah mampu hijrah hati, selanjutnya hijrah tentang penampilan, yaitu penampilan yang selalu mengedepankan kesopanan sesuai adat ketimuran, penampilan yang bersih dan pantas menyesuaikan waktu, tempat, kebutuhan dan keadaan.

“Setelah itu hijrah secara lisan, yaitu ucapan. Setiap ucapan kita harus mampu berhijrah, dari yang semula suka berbohong, menyinggung atau menyakiti orang lain bahkan memfitnah, menjadi ucapan yang selalu mengedepankan kejujuran, menjaga perasaan sesama dan mengucapkan hal-hal yang benar jauh dari fitnah,” Ketua Umum LAI memaparkan.

Berikutnya hijrah perilaku, dari perilaku yang menyimpang dan tidak sopan, menjadi perilaku yang lurus dan selalu berpedoman pada adab kesopanan.

“Yang kelima, hijrah untuk selalu bersedia introspeksi dan mawas diri. Itu dasarnya dari hati tadi, kalau hati tidak lagi keras, maka tiap diri akan mau untuk introspeksi dan mawas diri, tidak lagi keras hati,” pungkasnya.

SELAMAT MENYAMBUT TAHUN BARU HIJRIAH, 1 MUHARRAM 1442 H.

Berita Terkait
Populer
5
Tabloid Media Aliansi Indonesia
Nasional
Agraria
Hukum
Hankam
Ekonomi
Daerah
Profil & Opini
Wisata & Gaya Hidup
Lampung
Sukabumi