Candi Cetho, Candi di Atas Awan nan Mistis dan Eksotik

Candi Cetho, Candi di Atas Awan nan Mistis dan Eksotik
Rabu, 18 Des 2019  00:50   |   Dibaca: 3,655

Kesan mistis terasa begitu kental saat kita memasuki kompleks Candi Cetho yang terletak di lereng Barat Gunung Lawu, tepatnya di dusun Cetho, desa Gumeng, kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Kesan mistis itu terpancar kuat dari undakan (tangga), gerbang setiap trap dari kompleks candi, arca-arca dan benda-benda artefak lainnya, serta aroma dupa yang dibakar oleh peziarah di tempat sembahyang atau pemujaan di candi tersebut.

Terletak di ketinggian 1.497 mdpl di lereng Lawu yang kerap diselimuti kabut, membuat candi Cetho terkesan eksotik dan seperti terletak di atas awan, ditambah dengan hawa dingin, suasana lembab khas pegunungan, serta keindahan alam khas hutan hujan tropis.

Ditambah dengan Sendang Saraswati yang terletak tidak jauh dari kompleks candi, membuat kesan eksotik Candi Cetho semakin sulit terbantahkan.

Sejarah Singkat Candi Cetho

Candi Cetho adalah candi peninggalan kerajaan beragama Hindu. Bahkan sampai sekarang di waktu-waktu tertentu umat hindu masih sering melakukan aktivitas keagamaan di candi cetho. Jadi jangan kaget kalau di beberapa tempat di sekitar candi cetho ini terdapat sesajen bekas ritual keagamaan.

Candi Cetho ditemukan seorang arkeolog Belanda yang bernama Van de Vlies sekitar tahun 1842. Pertama kali ditemukan keadaan candi cetho sangat memprihatinkan, hanya terdapat 14 teras dengan kondisi batuan sudah ditutupi oleh lumut. Pemugaran selanjutnya dilakukan oleh Humardani seorang asisten pribadi Presiden Soeharto pada tahun 1970 .

Berdasarkan penelitian ilmuwan dan arkolog, Candi Cetho diperkirakan dibangun pada 1451-1470 atau saat Raja Brawijaya V di Majapahit berkuasa Candi cetho di perkirana dibangun untuk ritual tolak bala dan ruawatn karena pada masa tersebut kerajaan majapahit banyak terjadi kerusuhan dan permasalahan kerajaan.

Lebih dari Sekedar Wisata

Daya tarik Candi Cetho sebagai salah satu destinasi wisata sulit dipungkiri, namun lebih dari sekedar tempat wisata Candi Cetho bisa dijadikan sumber untuk lebih memahami budaya warisan leluhur di bumi Nusantara, khususnya tanah Jawa.

Candi Cetho juga bisa dijadikan para pendidik sebagai salah satu bahan untuk mengajarkan tentang pluralisme dan toleransi kepada generasi muda, di mana berbagai agama dan kepercayaan telah lama ada di bumi Nusantara.

Di tengah situasi kehidupan berbangsa dan bernegara di mana tingkat toleransinya semakin menurun, situs-situs sejarah seperti Candi Cetho menjadi sangat penting, bukan sekedar sebagai tempat kunjungan wisata namun juga untuk menumbuhkan pemahaman serta kesadaran tentang sejarah bangsa Indonesia terutama kepada generasi muda.

Berita Terkait
Populer
5
Tabloid Media Aliansi Indonesia
Nasional
Agraria
Hukum
Hankam
Ekonomi
Daerah
Profil & Opini
Wisata & Gaya Hidup
Lampung
Sukabumi